Kamis, 08 Oktober 2015

Sosok

Bernama Eka Suryarahman, lulusan S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta 2005-2010 dan S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri.
Pekerjaan : Fasilitor Tata Ruang Bappeda Kabupaten Lombok Utara.

Berawal dari rasa perhatian yang besar terhadap anak-anak  di kampung halamannya yang sebagian besar tidak bersekolah, bahkan beberapa dari anak-anak itu melakukan tindakan kriminal karena kurangnya ilmu pendidikan yang mereka terima dan pola asuh dari orangtua sebab sebagian besar para orang tua meninggalkan anak-anak nya untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia dan Arab Saudi.

Pada akhirnya ia mendirikan sekolah nonformal untuk anak-anak itu, sehingga membuat kelas inspirasi bersama teman-teman yang mempunyai visi yang sama. Setiap hari jumat ia mengajarkan bahasa inggris, tidak hanya itu ia juga membawa anak-anak untuk ke sawah dan tempat-tempat lain agar mereka mengetahui fungsi dari itu semua secara langsung.

Ia juga membagikan informasi mengenai daerah nya ke media sosial yang bertujuan untuk menyebutkan identitas diri sendiri dan kebiasaan masyarakat di desa itu. Ia juga memodifikasi kamar tidur yang berukuran 4 meter x 4 meter untuk para wisatawan nya menginap.

Para wisatawan yang datang tidak dipunggut biaya mereka hanya diminta untuk mengajarkan bahasa dasar dari bahasa Jepang, Inggris, Jerman,  Italia dan Brasil. Mereka juga di ajak berkeliling daerah untuk melihat langsung bagaimana kegitan masyarakat lokal. Wisatawan juga di minta mengajar disekolah Alam yang di asuh Klub Baca Perempuan Desa Prawira, Kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Ia mengaku senang dan iklas sebagai freelance teacher, walaupun ia pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Saat itu ada wisatawan yang ingin membeli kerupuk dari seorang pedagang daerah lokal, saat di tanya oleh pak eka harganya Rp 1.000 namun pak eka memberitahukan kepada wisatawan bahwa harganya Rp 2.000 dan ternyata pedagang nya marah karna tidak terima jika kerupuk yang ia jual hanya Rp 2.000 yang dia ingin kan adalah kisaran Rp 20.000 -  Rp 50.000 padahal niat dari pak aka adalah agar pedagang bisa untung Rp 1.000 karna terkadang kita harus sadar bahwa terkadang wisatawan memiliki bekal yang pas-pasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar