Bernama Eka Suryarahman, lulusan S1 Pendidikan Geografi Universitas
Negeri Yogyakarta 2005-2010 dan S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Universitas Negeri.
Pekerjaan : Fasilitor Tata Ruang Bappeda Kabupaten Lombok Utara.
Berawal
dari rasa perhatian yang besar terhadap anak-anak di kampung
halamannya yang sebagian besar tidak bersekolah, bahkan beberapa dari
anak-anak itu melakukan tindakan kriminal karena kurangnya ilmu
pendidikan yang mereka terima dan pola asuh dari orangtua sebab sebagian
besar para orang tua meninggalkan anak-anak nya untuk bekerja sebagai
TKW di Malaysia dan Arab Saudi.
Pada akhirnya ia mendirikan
sekolah nonformal untuk anak-anak itu, sehingga membuat kelas inspirasi
bersama teman-teman yang mempunyai visi yang sama. Setiap hari jumat ia
mengajarkan bahasa inggris, tidak hanya itu ia juga membawa anak-anak
untuk ke sawah dan tempat-tempat lain agar mereka mengetahui fungsi dari
itu semua secara langsung.
Ia juga membagikan informasi mengenai
daerah nya ke media sosial yang bertujuan untuk menyebutkan identitas
diri sendiri dan kebiasaan masyarakat di desa itu. Ia juga memodifikasi
kamar tidur yang berukuran 4 meter x 4 meter untuk para wisatawan nya
menginap.
Para wisatawan yang datang tidak dipunggut biaya mereka
hanya diminta untuk mengajarkan bahasa dasar dari bahasa Jepang,
Inggris, Jerman, Italia dan Brasil. Mereka juga di ajak berkeliling
daerah untuk melihat langsung bagaimana kegitan masyarakat lokal.
Wisatawan juga di minta mengajar disekolah Alam yang di asuh Klub Baca
Perempuan Desa Prawira, Kecamatan Tanjung Lombok Utara.
Ia
mengaku senang dan iklas sebagai freelance teacher, walaupun ia pernah
mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Saat itu ada wisatawan
yang ingin membeli kerupuk dari seorang pedagang daerah lokal, saat di
tanya oleh pak eka harganya Rp 1.000 namun pak eka memberitahukan kepada
wisatawan bahwa harganya Rp 2.000 dan ternyata pedagang nya marah karna
tidak terima jika kerupuk yang ia jual hanya Rp 2.000 yang dia ingin
kan adalah kisaran Rp 20.000 - Rp 50.000 padahal niat dari pak aka
adalah agar pedagang bisa untung Rp 1.000 karna terkadang kita harus
sadar bahwa terkadang wisatawan memiliki bekal yang pas-pasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar