Senin, 09 November 2015

Tajuk Rencana



Korsel-Jepang hapus ‘permusuhan’

Mentri Jepang dan Presiden Korea Selatan bertemu untuk membahas terkait hubungan antara korsel-jepang,namun sebelumnya korea berkali-kali menolak permintaan jepang untuk bertemu,tapi pada akhirnya pada senin 22 November 2015 lalu melakukan petemuan untuk saling berusaha memperbaiki hubungan agar menjadi lebih baik.

Karena hubungan yang selama ini tidak terjalin dengan baik apalagi akibat kasus perbudakan seks  terhadap perempuan di korsel yang dilakukan oleh pihak jepang pada saat perang terjadi. Alasan presiden korea beberapa kali menolak undangan itu saya anggap wajar karena pada saat  terpilih menjadi Presiden Korsel ia menggambil garis keras soal ganti rugi bagi perempuan-perempuan yang dilibatkan dalam perbudakan seks.

Dinginnya hubungan antar kedua negara menyebabkan buruknya perdagangan. Sehingga  pihak Korsel menyadari pentingnya untuk memperbaiki hubungan itu dan hubungan baik antar Korsel-Jepang dapat membantu Korsel dalam menghadapi ambisi nuklir dari Korea Utara. 

Menurut Presiden Korsel perbudakan seks adalah masalah yang menjadi point utama dalam dinginnya hubungan korsel-jepang. Presiden Korsel pun berharap untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini,karena ia tidak ingin meninggalkan persoalan untuk generasi mendatang.Rencananya pada tahun 2017 Korea akan menggunakan buku sejarah yang baru sehingga diharapkan nantinya tidak muncul generasi yang ‘memusuhi’ Jepang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar